27 March 2009

METRO TV: BAROMETER BERITA NIR JEDA

SURYA DARMA Paloh nyaris murka. Kala itu, lelaki kelahiran Kutaraja Aceh tanggal 16 Juli 1951 tersebut sedang mempersiapkan kelahiran Metro TV. Namun, birokrasi berkata lain. Ijin on air Metro TV dipermasalahkan pihak yang berwenang dengan alasan upeti awal yang diserahkan terlampau cekak, hanya 200 juta. Metro TV pun ditempatkan di kursi keenam, sementara penguasa hanya menyediakan lima pucuk ijin penyiaran televisi. Paloh tentu saja teramat gusar.



Di musim itu, suasana pers Indonesia sejatinya cukup sejuk. Sumbat yang selama ini membikin mampet kebebasan pers telah terbuka lebar-lebar, seiring jatuhnya rezim Soeharto pada 1998. Surya Paloh tidak mau melewatkan kesempatan yang telah lama ditunggunya itu. Ia ingin mendirikan televisi yang menyiarkan berita tanpa henti, 24 jam non stop! Paloh, yang juga pemilik suratkabar Media Indonesia, berkehendak menawarkan alternatif tayangan layar kaca yang selama ini dikangkangi pertunjukan sinetron serta adegan-adegan kekerasan. Ia bersikeras: Metro TV harus mengudara, secepatnya!

Duitlah yang jadi pangkal masalahnya. Paloh segera bertindak dengan menjanjikan penambahan modal yang dipersoalkan. Bersama karibnya, Andy F Noya, Paloh bergegas ke kediaman Sekretaris Jenderal Departemen Penerangan kala itu, IGK Manila. Kedatangan Paloh dan Andy yang tanpa janji terlebih dulu, juga karena hari sudah cukup larut, membikin Manila terhenyak. Tetapi, Paloh sudah kepalang tanggung. Ia bersitegas: nasib Metro TV sekarang ada di tangan Manila!

Akhirnya, kabar baik itu datang juga. Pada 25 November 2000, di bawah panji Media Group pimpinan Paloh, Metro TV resmi mengangkasa di tujuh kota. Surya Paloh, yang sebelumnya memimpin suratkabar Prioritas dan majalah Vista, duduk mantap sebagai President Commisioner, sedangkan Andy F Noya selaku Pemimpin Redaksi. Andi F Noya, kini mengasuh program andalan Kick Andy di Metro TV, adalah wartawan senior yang telah malang-melintang di dunia media massa, di antaranya di suratkabar Bisnis Indonesia, majalah Matra, Media Indonesia, dan radio Trijaya. Andy pernah pula membantu majalah Tempo dalam penerbitan buku Apa dan Siapa Orang Indonesia di awal karirnya sebagai jurnalis (1985). Pada 1999, Andy juga sempat membantu program berita Seputar Indonesia di RCTI.

Berbekal pengalaman dan perjuangan heroiknya dalam perjalanan pers Indonesia, Surya Paloh sukses menggandeng para maestro untuk bergabung di Metro TV. Mereka ini di antaranya adalah Wisnu Hadi (Presiden Direktur), Lestary Luhur (Direktur Penjualan dan Pemasaran), Ana Widjaja (Direktur Keuangan dan Administrasi), John Balonso (Direktur Teknik). Terdapat pula nama Zsa Zsa Yusharyahya sebagai Direktur Program dan Pengembangan.

Awalnya, Metro TV hadir sebagai stasiun televisi yang hanya memusatkan fokus siarannya pada program-program berita saja. Bahkan, sejak 1 April 2001, program-program berita tersebut disiarkan selama 24 jam saban harinya. Selain itu, Metro TV memantapkan diri sebagai stasiun televisi nasional pertama yang menyiarkan berita dalam bahasa Mandarin dengan tajuk Metro Xin Wen. Sedangkan program Indonesia Now, yang merupakan siaran internasional berbahasa Inggris pertama di Indonesia, dapat disaksikan dari seluruh dunia. Program-program berita Metro TV lainnya adalah antara lain: Headline News, Metro Pagi, Indonesia This Morning, Metro Siang, News Flash, World News, Metro Hari Ini, Suara Anda, Top Nine News, Top Nine News Weekend, Metro This Week, Metro Sport, dan Metro Malam.

Metro TV hadir sebagai pionir paradigma baru dalam semesta pertelevisian nasional dan menjadi sebuah keunikan tersendiri manakala Metro TV menawarkan peningkatan kecerdasan bangsa melalui jalur informasi. Diisi oleh orang-orang cerdas serta sarat berpengalaman serta disajikan dengan gaya yang luwes, Metro TV memberikan nuansa kehidupan baru dalam industri media di Indonesia dengan menempatkan program berita sebagai sajian utamanya. Metro TV juga menawarkan hiburan yang berkualitas –yang membuatnya lekat sebagai televisi antisinetron– serta program-program lifestyle.

Karena garapan utamanya adalah berita, Metro TV dikenal sebagai televisi yang memiliki presenter berita terbanyak di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Surya Paloh sukses menggaet para pesohor media untuk bernaung di Metro TV, termasuk Dalton Tanonaka, mengasuh Indonesia Now, yang merupakan mantan penyiar CNN, CNBC Asia, dan NHK Jepang. Ada juga Desi Anwar, Najwa Shihab, Wianda Pusponegoro, dan Lucia Saharui (mantan penyiar RCTI); Frida Lidwina (Trans TV); Elvita Khairani dan Indra Maulana (TVRI); Eva Julianti, Tascha Liudmila, dan Kania Sutisnawinata (SCTV); Boy Noya (ANTV); Maria Kalaij (Radio PASFM); Aries Fadhilah (Dualat Rakyat); Rini Wulansari (HPPI Bandung); serta Ralph Tampubolon (JakTV, TVRI, 101FM Radio One, dan M97FM).

Tak hanya itu. Masih ada nama-nama beken seperti Richard Sambera (mantan perenang nasional dan pernah bergabung pada Arizona Republic Newspaper); Dian Krishna (mantan Puteri Indonesia dan sempat di Trans TV); Fifi Aleyda Yahya (mantan None Jakarta, juga di Telstra Nusantara dan TVRI); serta Tommy Tjokro (mantan Abang Jakarta dan sempat bergabung di Radio 4EB Australia). Terdapat pula orang-orang profesional dengan latar belakang dan seabrek pengalaman yang mengagumkan, di antaranya Alvin Adam, Amelia Ardan, Candy Natazia Jorian, Catherine Keng, Gadiza Fauzi, Fiona Yuan, Leonard Samosir, Meutya Hafid, Prita Laura, Shao Ying, Sumi Yang, Tia Yufada, Virgie Baker, Zelda Savitri, dan lain-lainnya. Selain itu, beberapa penggiat media terkemuka yang sempat bergabung di Metro TV, yakni Brenda Yu, Chantal Della Concetta, Deti Supandi, Don Bosco, Helmi Johannes, Jason Tedjasukmana, Sandrina Malakiano, Putra Nababan, dan Yasha Chatab.

Dalam perkembangannya, Metro TV menyisipkan sedikit aroma hiburan dalam program siarannya. Stasiun televisi swasta nasional yang berkantor di Jalan Pilar Mas Raya Kav A-D, Kedoya, Kebon Jeruk Jakarta, ini juga memiliki acara unggulan lainnya. E-Lifestyle, misalnya, merupakan program talkshow yang mengupas soal teknologi informasi dan telekomunikasi. Program ini dipandu oleh pakar multimedia Roy Suryo dan reporter tangguh Meutya Hafid. Sementara acara The Breakfast Club adalah program yang membahas pelbagai topik yang menarik serta disajikan secara ringan dan human interest.

Kehadiran Metro TV sejatinya bertujuan untuk merangsang sekaligus memacu pertumbuhan proses demokrasi Indonesia di level internasional dengan tetap mengutamakan apresiasi moral dan etika. Bak anugerah besar bagi rakyat Indonesia, Metro TV benar-benar konsisten melakoni perannya sebagai pencerdas kehidupan bangsa dengan memberikan seabrek wawasan dan pengetahuan, yakni sajian informasi berita tanpa henti dengan sedikit jeda. Salut! (Iswara N Raditya)

0 KOMENTAR/SANGKALAN: